Minggu, 27 Oktober 2013

artikel tentang manajmenen modal kerja


ARTIKEL
MANAJEMEN KEUANGAN
OLEH
ABDUL LATHIB
921412066



JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2013

MANAJEMEN MODAL KERJA

ABDUL LATHIB
921412066

Abstract: Policy in Determining and Financing Company’s Working Capital.
In  funding working capital, a company can use hedging policy, conservative policy, and aggressive policy. In relation to long-term versus short-term financing, temporary versus permanent current assets, and the trade-off between risk and profitability, it can be concluded that when the temporary current assets are financed by short-term financing they have moderate risk and profitability, when the temporary current assets are financed by long-term financing they have low risk and profitability, when the permanent current assets are financed by short-term funding they have high risk and profitability, and when the permanent current assets are financed by long-term  financing they have moderate risk-profitability. To measure the performance of the working capital management, the working capital position of the company needs to be analyzed. By using the data presented on the balance sheet and income statement, the company can carry out the analysis of working capital performance using financial ratio analysis on working capital, analysis of the funding sources and use of funding statement, and analysis of the company's cash flow statement.
Keywords: liquidity, capital, financing, profitability, and risk
Abstrak: Kebijakan dalam Penentuan dan Pendanaan Modal Kerja Perusahaan.
Dalam mendanai modal kerja, perusahaan dapat menggunakan kebijakan hedging, kebijakan  konservatif, dan kebijakan agresif. Dalam hubungannya antara pendanaan jangka pendek versus jangka panjang, aktiva lancar temporer versus permanen, dan trade-off antara risiko dan profitabilitas diperoleh kesimpulan bahwa jika aktiva lancar temporer dibiayai dengan pendanaan jangka pendek memiliki risiko dan lancar temporer dibiayai dengan pendanaan jangka pendek memiliki risiko dan
profitabilitas moderat, jika aktiva lancar temporer dibiayai dengan pendanaan jangka panjang memiliki risiko dan profitabilitas rendah, jika aktiva lancar permanen dibiayai dengan pendanaan jangka pendek memiliki risiko dan profitabilitas tinggi, dibiayai dengan pendanaan jangka pendek memiliki risiko dan profitabilitas tinggi, dan jika aktiva lancar permanen dibiayai dengan pendanaan jangka panjang memiliki risiko dan profitabilitas moderat. Untuk mengukur kinerja manajemen modal kerja, posisi modal kerja perusahaan perlu dianalisis. Dengan menggunakan data yang tersaji pada neraca dan laporan laba rugi, perusahaan dapat melakukan analisis kinerja modal kerja dengan menggunakan analisis rasio keuangan pada modal kerja, analisis pada laporan sumber dan penggunaan dana, dan analisis pada laporan aliran kas perusahaan.
Kata kunci: likuiditas, modal, pendanaan, profitabilitas, dan risiko
PENDAHULUAN

Modal kerja merupakan modal yang digunakan untuk membiayai operasional perusahaan sehari-hari, terutama yang memiliki keterkaitan waktu dalam jangka pendek, yaitu kurang dari 1 tahun. Dengan demikian, manajemen modal kerja merupakan pengelolaan investasi perusahaan dalam aset jangka pendek dan juga bagaimana cara mendanainya. Modal kerja dapat identik dengan seluruh aktiva lancar, yang disebut modal kerja bruto Berarti manajemen modal kerja terkait dengan bagaimana mengelola investasi dalam aktiva lancar perusahaan. Modal kerja juga diartikan aktiva lancar dikurangi dengan utang lancar, yang dinamakan modal kerja bersih. Manajemen modal kerja melibatkan sebagian besar jumlah asset perusahaan. Bahkan terkadang bagi perusahaan tertentu jumlah aktiva lancer lebih dari setengah jumlah investasinya yang tertanam di perusahaan. Besarnya kecilnya modal kerja menentukan besar kecilnya profitabilitas dan risiko. Semakin kecil modal kerja semakin besar profitabilitasnya dan semakin besarnya risikonya. Berlaku sebaliknya, apabila semakin besar modal kerja semakin tidak efisien dana yang tertanam dalam modal kerja tersebut, yang ini menyebabkan profitabilitasnya rendah, tetapi risiko kekurangan dana untuk membayar kewajiban yang segera dibayar juga rendah. Agar dapat menopang pencapaian tujuan perusahaan, perusahaan harus melakukan manajemen modal kerja yang efektif dan efisien. Yang menjadi permasalahannya adalah bagaimana cara mengelola manajemen modal kerja agar efektif dan efisien.













LANDASAN TEORI

Definisi Modal Kerja (Working Capital)
Manajemen modal kerja diyakini sangat berpengaruh terhadap tingkat profitabilitas suatu perusahaan. Berdasarkan manajemen modal kerja ini, para analis atau investor dapat menilai kinerja suatu perusahaan efektif atau efisien dalam melakukan aktivitas operasionalnya. Jika sebuah perusahaan mempunyai kinerja yang tidak efisien, penagihan piutang tertunda atau banyaknya persediaan menumpuk di gudang, maka hal tersebut dapat terlihat pada meningkatnya jumlah modal kerja.
Working capital also gives investors an idea of the company's underlying operational efficiency. Money that is tied up in inventory or money that customers still owe to the company cannot be used to pay off any of the company's obligations. So, if a company is not operating in the most efficient manner (slow collection), it will show up as an increase in the working capital.” Net working capital is defined as the difference between current assets and current liabilities.” Ross, et al. (2008).
Modal kerja itu sendiri terbagi dua, yaitu, modal kerja kotor (gross working capital) dan modal kerja bersih (net working capital). Modal kerja kotor adalah jumlah aset lancar yang dijadikan oleh perusahaan sebagai modal untuk membiayai aktivitas operasionalnya. Sedangkan modal kerja bersih adalah selisih antara aset lancar dan kewajiban lancar. Menurut Brigham dan Ehrhardt (2005), ada tiga kebijakan tentang modal kerja, yaitu:
1. Modal kerja yang lebih dikenal dengan modal kerja kotor yaitu modal kerja yang kerja yang terdiri dari aset lancar yang digunakan dalam aktivitas operasi perusahaan.
2. Modal kerja bersih yaitu selisih antara aset lancar dengan kewajiban lancar.
3. Modal kerja bersih operasional (Net Working Capital/NOWC) yaitu selisih antara aset lancar operasional dengan kewajiban lancar operasional. Pada umumnya, NOWC itu terdiri dari kas, piutang usaha, persediaan, dan hutang dagang.








PEMBAHASAN
1.      Pengertian Modal Kerja
Modal kerja didefinisikan sebagai modal yang digunakan untuk membiayai oprasional perusahaan sehari-hari, terutama yang memiliki jangka waktu pendek. Modal kerja juga diartikan seluruh aktiva lancar yang dimiliki suatu perusahaan atau setelah aktiva lancar dikurangi dengan utang lancar.  Modal kerja yang diartikan seluruh aktiva lancar dikurangi dengan utang lancar dinamakan modal kerja bersih
      Sedangkan manajemen modal kerja merupakan suatu pengelolaan investasi perusahaan dalam aset jangka pendek. Artinya bagaimana mengelola investasi dalam aktiva lancar perusahaan. Manajemen modal kerja melibatkan sebagian besar jumlah asset perusahaan. Bahkan terkadang bagi perusahaan tertentu jumlah aktiva lancar lebih dari setengah jumlah investasinya tertanam di dalam perusahaan.
      Dalam manajemen modal kerja terdapat beberapa konsep modal kerja yang sering digunakan. Konsep modal kerja dibagi menjadi 3:
a.       Konsep kuantitatif, menyebutkan bahwa modal kerja adalah seluruh aktiva lancar. Seluruh investasi dalam aktiva lancar, Konsep ini sering disebut dengan modal kerja kotor (gross working capital).
b.      Konsep kualitatif, merupakan konsep yang menitik beratkan kepada kualitas modal kerja. Dalam konsep ini melihat selisih antara jumlah aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Konsep ini disebut modal kerja bersih atau (net working capital).
c.       Konsep fungsional, menekankan kepada fungsi dana yang dimiliki perusahaan dalam memperoleh laba. Artinya, sejumlah dana yang dimiliki dan digunakan perusahaan untuk meningkatkan laba perusahaan.
·         Dari konsep di atas, modal kerja perusahaan dibagi 2 jenis:
a.       Modal kerja kotor( gross working capital), adalah semua komponen yang ada di aktiva lancar secara keseluruhan dan sering disebut modal kerja.
b.      Modal kerja bersih( net working capital), merupakan seluruh komponen aktiva lancar dikurangi dengan seluruh total kewajiban lancar(utang jangka pendek).
2.      Arti Penting dan Tujuan Manajemen Modal Kerja
·         Pentingnya manajemen modal kerja perusahaan, terutama bagi kesehatan keuangan dan kinerja perusahaan adalah:
a.       Bahwa kegiatan seorang manajer keuangan lebih banyak dihabiskan di dalam kegiatan oprasional perusahaan dari waktu kewaktu.
b.      Investasi dalam aktiva lancar, cepat sekali berubah. Perubahan tersebut akan berpengaruh terhadap modal kerja perusahaan. Oleh karena itu, perlu manajemen modal kerja.
c.       Dalam praktiknya sering kali bahwa lebih dari separuh dari total aktiva merupakan bagian dari aktiva lancar (modal kerja perusahaan).
d.      Khusus bagi perusahaan kecil manajemen modal kerja sangat penting karena investasi dalam aktiva tetap dapat ditekan dengan menyewa, tetapi investasi lancar dalam piutang dan sedian tidak dapat dihindarkan harus segera terpenuhi.
e.       Bagi perusahaan yang relatif kecil fungsi modal kerja juga amat penting. Hal ini disebabkan perusahaan kecil, relative terbatas untuk memasuki pasar dengan modal besar dan jangka panjang. Pendanaan perusahaan lebih mengandalkan pada utang jangka pendek, yang tentunya dapat mempengaruhi modal kerja.
f.       Terdapat hubungan yang sangat erat antara pertumbuhan penjualan dengan kebutuhan modal kerja. Kenaikan penjualan berkaitan dengan tambahan, piutang, sedian, dan juga saldo kas. Demikian pula sebaliknya.


·         Tujuan manajemen modal kerja bagi perusahaan adalah sebagai berikut:
a.       Modal kerja digunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas perusahaan, artinya likuiditas perusahaan sangat tergantung kepada manajemen modal kerja.
b.      Dengan modal kerja yang cukup perusahaan memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban pada waktunya. Pemenuhan kewajiban yang sudah jatuh tempo dan segera harus dibayar secara tepat waktu merupakan ukuran keberhasilan manajemen modal kerja.
c.       Memungkinkan perusahaan untuk memiliki sediaan yang cukup dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggannya.
d.      Memungkinkan perusahaan untuk memperoleh tambahan dana dari para kreditor, apabila rasio keuangannya, memenuhi syarat seperti likuiditas yang terjamin.
e.       Guna memaksimalkan penggunaan aktiva lancar guna meningkatkan penjualan dan laba.
f.       Perusahaan mampu melindungi diri apabila terjadi krisis modal kerja akibat turunnya nilai aktiva lancar.
Tujuan di atas akan dapat tercapai apabila modal kerja perusahaan dapat dikelola secara benar sesuai dengan konsep manajemen modal kerja. Dan ini merupakan tanggung jawab utama dari seorang manajer keuangan untuk mampu mengelolanya.
3.      Faktor-faktor  yang Mempengaruhi Modal Kerja
·         Dalam peraktiknya terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi modal kerja antara lain tergantung dari:
a.       Jenis perusahaan dalam praktiknya meliputi perusahaan yang bergerak dibidang jasa dan non jasa (industry). Kebutuhan dalam perusahaan industry lebih besar jika dibandingkan dengan perusahaan jasa.
b.      Syarat kredit atau penjualan yang pembayarannya dengan cara mencicil juga sangat mempengaruhi modal kerja. Untuk meningkatkan penjualan bisa dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah melalui penjualan secara kredit. Penjulan barang secara kredit memberikan kelonggaran kepada konsumen untuk membeli barang dengan cara pembayaran diangsur.
c.       Waktu  produksi, artinya jangka waktu atau lamanya memproduksi suatu barang. Makin lama waktu yang digunakan untuk memproduksi suatu barang, maka akan makin besar modal kerja yang dibutuhkan, begitu pula sebaliknya.
d.      Pengaruh tingkat perputaran sediaan terhadap modal kerja cukup penting bagi perusahaaan. Makin kecil atau rendah tingkat perputara, maka kebutuhan modal kerja makin tinggi, begitu pula sebaliknya.
·         Secara umum kenaikan dan penurunan modal kerja disebabkan tiga faktor, yaitu:
a.       Adanya kenaikan modal. Artinya, adanya tambahan modal dari pemilik atau perolehan laba  dalam priode tertentu yang dimasukan ke aktiva lancar.
b.      Adanya pengurangan aktiva tetap, artinya adanya penjualan aktiva tetap, terutama yang tidak produktif dimana uangnya dimasukkan ke aktiva lancar atau digunakan untuk membayar utang jangka pendek.
c.       Adanya penambahan utang, artinya perusahaan menambah utang baru .
4.      Penggunaan Modal Kerja
Secara umum dikatakan bahwa penggunaan modal kerja biasa dilakukan perusahaan untuk:
a.       Pengeluaran untuk gaji, upah, dan biaya oprasi perusahaan.
b.      Pengeluran untuk membeli bahan baku atau barang dagangan.
c.       Untuk menutupi kerugian akibat penjualan surat berharga.
d.      Pembelian aktiva tetap(tanah, bangunan, kendaraan, mesin dan lain-lain)
e.       Pembayaran utang jangka panjang
f.       Pengambilan uang atau barang untuk kepentingan pribadi.

Penggunaan modal kerja di atas jelas akan mengakibatkan perubahan modal kerja, namun perubahan modal kerja tergantung dari penggunaan modal kerja itu sendiri. Dalam praktiknya modal kerja suatu perusahaan tidak akan berubah apabila terjadi:
a.       Pembelian barang dagang dan bahan lainnya secara tunai
b.      Pembelian surat berharga secara tunai
c.       Perubahan bentuk piutang misalnya dari piutang dagang kepiutang wasel














                                                                                                                           



KESIMPULAN

Modal kerja didefinisikan sebagai modal yang digunakan untuk membiayai oprasional perusahaan sehari-hari, terutama yang memiliki jangka waktu pendek. Modal kerja juga diartikan seluruh aktiva lancar yang dimiliki suatu perusahaan atau setelah aktiva lancar dikurangi dengan utang lancar. Modal kerja yang diartikan seluruh aktiva lancar dikurangi dengan utang lancar dinamakan modal kerja bersih
      Sedangkan manajemen modal kerja merupakan suatu pengelolaan investasi perusahaan dalam aset jangka pendek.  Artinya bagaimana mengelola investasi dalam aktiva lancar perusahaan. Manajemen modal kerja melibatkan sebagian besar jumlah asset perusahaan. Bahkan terkadang bagi perusahaan tertentu jumlah aktiva lancar lebih dari setengah jumlah investasinya tertanam di dalam perusahaan.
Secara umum dikatakan bahwa penggunaan modal kerja biasa dilakukan perusahaan  untuk:
1.      Pengeluaran untuk gaji, upah, dan biaya oprasi perusahaan.
2.      Pengeluaran untuk membeli bahan baku atau barang dagangan.
3.      Untuk menutupi kerugian akibat penjualan surat berharga.
4.      Pembelian aktiva tetap(tanah, bangunan, kendaraan, mesin dan lain-lain)
5.      Pembayaran utang jangka panjang
6.      Pengambilan uang atau barang untuk kepentingan pribadi.
Salah satu alat ukur untuk menentukan keberhasilan dan keefektifan manajemen modal kerja adalah diukur dari perputaran modal kerjanya atau working capital turnover-nya. Artinya seberapa banyak modal kerja berputar selama suatu periode atau dalam beberapa periode.
        Untuk mengukur perputaran modal kerja adalah dengan cara membandingakan antara penjualan  dengan modal kerja. Pengukuran ini sebaiknya dengan menggunakan dua periode atau lebih sebagai pembanding, sehingga memudahkan kita untuk menilainya.




DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar