ANALISIS
SWOT PT. COCA-COLA
Latar
Belakang
Pemasaran merupakan hal
yang sangat dalam suatu perusahaan. Dengan system pemasaran yang baik, sebah
perusahaan mampu menggenggam dunia. Produk dari perusahaan itu akan mampu
menguasai pasar dunia yang secara real luas. Management pemasaran yang
digunakan oleh setiap perusahaan pasti memiliki kekurangan dan kelebihan
masing-masing.
Keberhasilan suatu pemasaran yang baik dapat kita lihat melalui cangkupan produk yang telah mampu menguasai pasar dunia, dan salah satu perusahaan yang telah mampu menguasai industry pasar minuman dunia adalah produk dari PT Coca-Cola Company. Perusahaaan ini pertama kali terdaftar sebagai merek dagang pada tahun 1887, dan pada tahun 1895 Cola telah terjual di seluruhwilayah Amerika Serikat.
Keberhasilan dari perusahaan ini tercipta karena loyalitas dari perusahaan akan pengabdiannya pada masyarakat, lingkungan dan produknya. PT COCA-COLA COMPANY selalu beinovasi dengan produk tanpa melupakan rasa khas dari produk ‘coca cola’ yang lama. Produk coca cola kini telah menjadi sahabat bagi masyarakat di dunia, hal itu dikarenakan PT COCA-COLA selalu mengutamakan kualitas dalam berbagai macam hal, baik dalam llingkup kuallitas produk, kualitas pelayanan maupun kualita SDM dalam tubuh perusahaan sendiri. “Bagi perusahaan Coca-cola dirasakan, dilihat, diukur atau dikelola. Kualitas menjadi sebuah keutamaan dalam setiap tindakannya”.
Dalam pangsa pasar dunianya coca cola juga pernah mengalami hambatan, bahkan perusahaan besar ini pernah hampir dituntut oleh konsumennya karena sesuatu hal. Hal yang membuat jumlah penjualan produk Coca Cola menurun drastis dan sebagian besar konsumen setia Coca Cola kecewa dan mulai berpaling dari minuman yang identik dengan sensasi kesegarannya ini. Oleh karena itu pembahasan mengenai pasang surut management pemasaran produk coca cola dan usahanya untuk mengembalikan Coca Cola menjadi produk minuman yang digemari dunia terasa sangat menarik untuk dibahas lebih lanjut.
Keberhasilan suatu pemasaran yang baik dapat kita lihat melalui cangkupan produk yang telah mampu menguasai pasar dunia, dan salah satu perusahaan yang telah mampu menguasai industry pasar minuman dunia adalah produk dari PT Coca-Cola Company. Perusahaaan ini pertama kali terdaftar sebagai merek dagang pada tahun 1887, dan pada tahun 1895 Cola telah terjual di seluruhwilayah Amerika Serikat.
Keberhasilan dari perusahaan ini tercipta karena loyalitas dari perusahaan akan pengabdiannya pada masyarakat, lingkungan dan produknya. PT COCA-COLA COMPANY selalu beinovasi dengan produk tanpa melupakan rasa khas dari produk ‘coca cola’ yang lama. Produk coca cola kini telah menjadi sahabat bagi masyarakat di dunia, hal itu dikarenakan PT COCA-COLA selalu mengutamakan kualitas dalam berbagai macam hal, baik dalam llingkup kuallitas produk, kualitas pelayanan maupun kualita SDM dalam tubuh perusahaan sendiri. “Bagi perusahaan Coca-cola dirasakan, dilihat, diukur atau dikelola. Kualitas menjadi sebuah keutamaan dalam setiap tindakannya”.
Dalam pangsa pasar dunianya coca cola juga pernah mengalami hambatan, bahkan perusahaan besar ini pernah hampir dituntut oleh konsumennya karena sesuatu hal. Hal yang membuat jumlah penjualan produk Coca Cola menurun drastis dan sebagian besar konsumen setia Coca Cola kecewa dan mulai berpaling dari minuman yang identik dengan sensasi kesegarannya ini. Oleh karena itu pembahasan mengenai pasang surut management pemasaran produk coca cola dan usahanya untuk mengembalikan Coca Cola menjadi produk minuman yang digemari dunia terasa sangat menarik untuk dibahas lebih lanjut.
ANALISIS
SWOT PT. COCA-COLA
Lingkungan external (analisis peluang & ancaman)
|
Misi
bisnis
|
Umpan balik & pengendaliana
|
implementasi
|
Formulasi program
|
Formulasi strategi
|
Formulasi sasaran
|
Lingkungan interal (analisis kekuatan & kelemahan)
|
TUJUAN
PERUSAHAAN
Menjadikan perusahaan minuman bersoda nomor 1 di
dunia
MISI
BISNIS
misi
kami, yang
abadi menyatakan tujuan kita sebagai
sebuah perusahaan dan berfungsi sebagai standar yang kita menimbang tindakan dan keputusan kita.
1. Untuk menyegarkan dunia
2. Untuk menginspirasi momen optimisme dan kebahagiaan ...
3. Untuk menciptakan nilai dan membuat perbedaan.
1. Untuk menyegarkan dunia
2. Untuk menginspirasi momen optimisme dan kebahagiaan ...
3. Untuk menciptakan nilai dan membuat perbedaan.
ANALISIS SWOT
ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL PT. COCA-COLA
STRENGTH (Kekuatan)
Faktor strategis
|
Nilai
|
Bobot
|
Rating
|
Skor
|
Riset and Development yang intensif
|
4
|
0,12
|
4
|
0,48
|
SDM yang terlatih
|
3
|
0,09
|
3
|
0,27
|
Harga Produk Yang Kompetitif
|
3
|
0,09
|
3
|
0,27
|
Keadaan Distribusi dan Pangsa Pasar
|
3
|
0,09
|
4
|
0,36
|
Harga Produk yang kompetitif dan SDM
yang besar dan terlatih
|
3
|
0,09
|
3
|
0,27
|
Sebagai inovator dalam industri soft
drink
|
4
|
0,12
|
3
|
0,36
|
Strategi pemasaran yang baik
|
4
|
0,12
|
4
|
0,48
|
System informasi yang baik
|
4
|
0,12
|
3
|
0,36
|
Kemasan produk yang menarik
|
4
|
0,12
|
4
|
0,48
|
Loyalitas Konsumen
|
4
|
0,12
|
4
|
0,48
|
Memiliki kepopuleran merk yang tinggi
dan dikenal oleh masyarakat sedunia
|
4
|
0,12
|
4
|
0,48
|
Coca Cola memenangkan penghargaan
untuk kategori kemasan kaleng dari jenis produk yang paling inovatif dan
atraktif
|
3
|
0,09
|
3
|
0,27
|
TOTAL
|
33
|
1,29
|
42
|
4,56
|
Weakness (Kelemahan)
Faktor strategis
|
Nilai
|
Bobot
|
Rating
|
Skor
|
Inovasi dan ekspansi yang lambat dalam
mengatasi pesaing dan memenuhi keinginan pasar
|
4
|
0,22
|
-4
|
-0,88
|
Sebagai perusahaan beverage memiliki
kontrak ekskulisif kepada Pepsi Company
|
3
|
0,17
|
-3
|
-0,51
|
Ketersediaan bahan baku
|
4
|
0,22
|
-4
|
-0,88
|
Coca Cola hanya berbasis pada kategori
minuman dan belum merambah ke sektor lain
|
3
|
0,17
|
-3
|
-0,51
|
Biaya produksi yang tinggi
|
4
|
0,22
|
-4
|
-0,88
|
TOTAL
|
18
|
1
|
-18
|
-2,78
|
ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL PT. COCA-COLA
Opportunity (Peluang)
Faktor strategis
|
Nilai
|
Bobot
|
Rating
|
Skor
|
Kestabilan Struktur Harga dan
Perkembangan Produk
|
4
|
0,15
|
3
|
0,45
|
Bahan pendukung utama produk coca-cola
dapat diganti dengan produk yang lain
|
3
|
0,11
|
3
|
0,33
|
Respon Terhadap Promosi
|
4
|
0,15
|
4
|
0,6
|
Pertumbuhan iklan di internet karena penggunaan
internet telah meningkat
|
4
|
0,15
|
4
|
0,6
|
Kerjasama dengan berbagai pihak
|
4
|
0,15
|
4
|
0,6
|
Semakin meningkatnya pendapatan
penjualan PT Coca – Cola
|
4
|
0,15
|
3
|
0,45
|
Pendistribusian produk yang mudah ke
berbagai daerah karena luasnya jaringan
|
4
|
0,15
|
4
|
2,13
|
TOTAL
|
27
|
1,01
|
25
|
2,25
|
Threat (Ancaman)
Faktor strategis
|
Nilai
|
Bobot
|
Rating
|
Skor
|
Tingginya harga bahan mentah
|
4
|
0,2
|
-3
|
-0,6
|
Ada banyak minuman subsitusi dari
produk minuman yang lain
|
4
|
0,2
|
-3
|
-0,6
|
Inovasi AS ke Irak yang mempengaruhi
penjualan coca-cola
|
4
|
0,2
|
-4
|
-0,8
|
Peningkatan biaya per unit akibat
keterbatasan bahan baku
|
4
|
0,2
|
-4
|
-0,8
|
Di beberapa negara
seperti India melarang penjualan coca-cola
|
4
|
0,2
|
-4
|
-0,8
|
TOTAL
|
20
|
1
|
-18
|
-2,8
|
Berdasarkan hasil-hasil yang didapat
dari analisis internal dan eksternal pada tabel seperti dituliskan di atas,
hasilnya dapat dirangkum sebagai berikut :
- Skor Total Kekuatan : 4,56
- Skor Total Kelemahan : -2,78
- Skor Total Peluang : 1,98
- Skor Total Ancaman : -2,80
Selain itu, penentuan
koordinat dari gambar tsb adalah sebagai berikut :
Koordinat Analisis Internal
(Skor total Kekuatan – Skor
total kelemahan) : 2 = (4,56 – 2,78) : 2 = 0,89
Koordinat Analisis Eksternal
(Skor total Peluang – Skor
total Ancaman) : 2 = ( 2,25 – 2,80) : 2 = -0,27
FORMULASI
SASARAN
setelah
itu perusahaan melakukan Analisis SWOT, kelemahan, peluang dan ancaman
yangdikenal juga dengan Analisis SWOT, lalu sasaran menjelaskan tujuan-tujuan
yang spesifik dalam jumlah dan waktu. Dengan demikian sasaran memudahkan
untuk perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian. Sasaran perusahaan dapat
berupa profitabilitas, posisi pasar, produktivitas,kepemimpinan teknologi,
pengembangan sumberdaya manusia, hubungan antar karyawan dantanggungjawab sosial.Sedikit
sekali usaha yang hanya memiliki satu tujuan. Sebagian besar unit usaha
memiliki baurantujuan yang mencakup laba, pertumbuhan penjualan, peningkatan
pangsa pasar, pembatasanrisiko, inovasi reputasi, dan sebagainya. Unit usaha
menentukan tujuannya dan melakukan pengelolaan usaha sesuai tujuan
tersebut (Management By Objectives-MBO). Agar sistem MBOdapat bekerja dengan
baik, tujuan-tujuan unit usaha harus memenuhi empat kriteria :• Pertama tujuan
harus diurutkan secara hirarkis, dari yang paling penting sampai yang
kurang penting. Sebagai contoh tujuan utama unit usaha untuk suatu periode
mungkin dapat berupa peningkatan tingkat pengembalian investasi. Ini dapat
dicapai dengan meningkatkan laba danatau mengurangi biaya. Pendapatan dapat ditingkatkan
dengan meningkatkan pangsa pasar dan/atau harga jual. Dengan terus
melakukan ini, unit usaha dapat bergerak dari tujuan umum ketujuan khusus untuk
departemen dan individu tertentu.• Kedua, tujuan harus dapat dinyatakan secara
kuantitatif apabila dimungkinkan. Tujuan‘meningkatkan tingkat pengembangan
investasi (return On Investment-ROI)” lebih baik dinyatakan sebagai
sasaran “meningkatkan ROI menjadi 15 %, atau lebih baik lagi,“meningkatkan ROI
menjadi 15 % dalam dua tahun.• Ketiga, sasaran – sasaran harus realitis.
Sasaran-sasaran seharusnya dihasilkan dari analisa peluang dan kekuatan
unit usaha yang bersangkutan, bukan berdasarkan angan-angan saja.• Yang
terakhir, tujuan-tujuan perusahaan harus konsisten. Tidak mungkin memaksimalkan
baik penjualan maupun laba secara serentak.Dilema penting lainnya
mencakup antara laba jangka pendek versus pertumbuhan jangka panjang,
penetrasi pasar yang ada versus pengembangan pasar baru, sasaran laba versus
sasarannirlaba, pertumbuhan tinggi versus risiko rendah. Setiap pilihan dalam
kelompok dilema sasaran ini memerlukan strategi pemasaran yang berbeda
FORMULASI
STRATEGI
Sasaran menunjukkan apa
yang ingin dicapai suatu unit usaha, strategi adalah suatu
rencana permainan untuk mencapainya. Setiap usaha harus merancang strategi
untuk mencapaitujuannya. Walaupun banyak macam strategi yang tersedia. Michael
Porter telah merangkumnyamenjadi tiga jenis umum yang memberikan awal yang
bagus untuk pemikiran strategis :keunggulan biaya secara keseluruhan,
diferensiasi, dan fokus.Langkah-langkah dalam Strategi PemasaranStrategi
Pemasaran merupakan proses lima tahap, yang terdiri dari Analisis Situasi
Strategis,Perancangan Strategi Pemasaran, Pengembangan Program Pemasaran dan
Implementasi danPengelolaan Strategi Pemasaran. Gambar di bawah memperlihat
tahapan proses strategi pemasaran.Analisis situasi strategi meliputi
memenangan pasar melalui perencanaan strategis berorientasi pasar,
mengumpulkan informasi dan mengukur permintaan pasar, mencari peluang di
lingkungan pemasaran, menganalisis pasar konsumen dan perilaku pembeli,
menganalisis pasar komunitasinternet, menganalisis pasar bisnis dan perilaku
pembelian bisnis, menghadapi pesaing danmengidentifikasi segman pasar dan
memilih pasar sasaran. Perancangan strategi pemasaranmencakup menentukan posisi
dan mendeferensiasi pasar, strategi hubungan pemasaran dan perencanaan
produk baru
FORMULASI
PROGRAM
Pengembangan program
pemasaran mencakup menetapkan strategi produk, strategi harga, strategi
distribusi dan strategi promosi. Implementasi dan Pengelolaanstrategi mencakup
merancang organisasi pemasaran yang efektif, implementasi dan pengendalian
strategi.
IMPLEMENTASI
PEMASARAN
Implementasi pemasran
merupakan tahapan perusahaan mengambil langkah untuk merealisasikan rencana
pemasaran ke usaha-usaha nyata, yang juga menunjukan siapa mengerjakan apa,
kapan dan bagaimana. Jika implementasi pemasaran tersebut tidak efektif, maka perencanaan strategi pemasaran tidak ada
gunanya. Pelaksanaan pemasaran merupakan proses pelaksanaan yang efektif
memerlukan keahlian mengalokasi, memonitor, mengorganisasi dan berinteraksi di
tingkat-tingkat fungsi pemasran, program pemasaran dan kebijakan pemasaran.
Implementasi pemasran mencakup tiga aktivitas yaitu pengorganisasian,
pembentukan staf dan pengarahan.
PENGENDALIAN
PEMASARAN DAN UMPAN BALIK
Pengendalian pemasaran merupakan lanjutan yang wajar dari perencanaan,
organisasi dan pelaksanaan pemasaran. Meskipun sistem pengendalian harus dibuat
sesuai dengan situasi yang khusus, tetapi sistem pengendalian mengikuti proses
dasar yang sama, biasanya mengikuti enam langakah sebagai berikut :
• Menentukan apa yang dikendalikan
• Menetapkan standar
• Mengukur kinerja
• Membandingkan kinerja dengan standar
• Menentukan alasan penyimpangan
• Melakukan tindakan koreksi
Umpan balik dari evaluasi keefektifan
strategi pemasaran kemungkinan berpengaruh pada fase lain dalam proses
manajemen pemasaran strategis. Sistem pengendalian yang dirancang baik akan
mencakup umpan balik dari informasi pengendalian untuk individu atau kelompok
yang membentuk aktivitas yang terkendali. Sistem umpan balik secara sederhana
mengukur keluaran dari proses dan menjadikan masukan dari tindakan korektif
untuk memperoleh keluaran yang diinginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar